JAKARTA — Harga smartphone merek Blackberry yang dijual resmi pedagang di Mangga Dua Square, Jakarta, turun sekitar 10 persen menjelang rencana razia yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

“Dalam sepekan terakhir harga Blackberry legal (resmi) turun hingga 10 persen, seperti jenis Blackberry Bold dari sebelumnya Rp 6,82 juta kini menjadi Rp 6,2 juta,” kata Eko Purnomo, pemilik toko Afung Cellular, di Jakarta Rabu (1/7).

Menurut dia, turunnya harga Blackberry yang dijual secara resmi bukan karena pengaruh adanya rencana razia Blackberry ilegal. “Harga Blackberry memang turun dari agen resminya dan tidak ada pengaruh dengan kebijakan tersebut,” kata Eko yang menjual telepon genggam berbagai jenis, termasuk Blackberry legal itu.

Semua telepon genggam, termasuk Blackberry, yang dijual adalah resmi dan memiliki garansi berbahasa Indonesia dan memiliki pusat layanan purnajual.

Walaupun pemerintah akan melakukan razia pada bulan depan atas maraknya Blackberry ilegal yang ada di Indonesia saat ini, para pedagang resmi tidak khawatir masalah tersebut. “Dengan adanya razia diharapkan para pedagang ilegal tidak bisa semaunya menentukan dan menjatuhkan harga jual seperti yang terjadi saat ini,” kata Eko Purnomo.

Sementara itu, di kawasan Pasar Wisata Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, harga jual pedagang setempat juga mengalami penurunan dalam sepekan ini. “Harga sesuai dari agen dan mereka hanya mendapatkan komisi berdasarkan hasil penjualannya,” kata Afung, pedagang telepon seluler di Taman Puring.

Beberapa Blackberry ilegal yang dijual para pedagang di Jakarta, yakni Blackberry Javeline sekitar Rp 4,65 juta, Blackberry Curve 8310 (Rp 3,5 juta), dan Blackberry Bold (z) (Rp 5,62 juta).

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo seusai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR mengatakan akan melakukan razia terhadap pedagang ilegal Blackberry.

Menurut dia, Peraturan Menteri Perdagangan No19/2009 yang berlaku efektif pada Agustus 2009 mewajibkan penjualan produk elektronik, termasuk telepon genggam, disertai kartu garansi berbahasa Indonesia dan memiliki setidaknya enam pusat layanan purnajual. (kompas)

Visitors Also Read