Jalan Jakarta-Surabaya Empat Lajur pada 2014
JAKARTA - Dalam upaya memenuhi kesepakatan pembangunan Trans Asia Highways, Departemen Pekerjaan Umum menjanjikan diselesaikannya pembangunan jalan lintas pantai utara Pulau Jawa dari Jakarta hingga Surabaya selebar empat lajur tahun 2014. Kini, jalan selebar empat lajur telah terbangun dari Jakarta-Cirebon-Semarang-Demak.
”Di Indonesia, Trans Asia membentang dari jalan lintas timur Sumatera, kemudian jalur utara pantura Jawa, hingga jalan nasional di Bali Barat sampai Denpasar,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Rabu (1/7), saat membuka Seminar Nasional ”Trans Nasional Dalam Konteks Trans Asia dan ASEAN Highways: Peluang dan Tantangan Menghadapi Tatanan Global” di Jakarta.
Selain Jalan Trans Asia, kata Menteri PU, dipercepat pula pembangunan Trans Borneo sebagai bagian dari ASEAN Highways. Trans Borneo ini menghubungkan Serawak, Brunei, dan Indonesia. “Untuk lintas selatan Kalimantan, saya berharap selesai akhir tahun 2009,” ujar Djoko.
Jaringan Jalan Trans Asia diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1959. Perjanjian antarnegara mengenai Trans Asia bernama The Intergovermental Agreement on The Asian Highway Network dilakukan 18 November 2003 dan dilanjutkan 4 Juli 2005.
Total panjang Jalan Trans Asia adalah 140.000 kilometer, dengan 55 rute melewati 32 negara. Jaringan Trans Asia di Indonesia, yakni jalan pantura (AH 2) dan jalan lintas timur Sumatera (AH 25) mempunyai panjang total 3.900 kilometer.
Idealnya, dibangun pula tiga jembatan bentang panjang, yakni Jembatan Selat Madura (5,4 kilometer), Jembatan Selat Sunda (31 kilometer), dan Jembatan Selat Bali. Hingga kini, baru terdengar rencana untuk pembangunan Selat Sunda yang diinisiasi oleh Grup Artha dengan total nilai proyek Rp 100 triliun.
”Bila untuk pantura lajur dijadikan empat, untuk lintas timur Sumatera akan diperkuat kapasitas jalan. Nantinya, seluruh jalan di lintas timur Sumatera lebarnya minimal 7 meter dan muatan sumbu terbesar minimal 10 ton,” kata Djoko.
Ditegaskan Menteri PU, perencanaan jalan khususnya di Sumatera disinkronkan dengan rencana jaringan Jalan Trans Asia. Korea International Cooperation Agency (KOICA) pun hampir menuntaskan pembuatan Masterplan of Artery Road in Sumatera (MARS), termasuk di dalamnya rencana induk jalan tol di Sumatera.
Pembuatan rencana induk jaringan jalan arteri Sumatera memang dibiayai melalui dana hibah KOICA sebesar 3 juta dollar AS atau setara Rp 33 miliar. Rencana induk ini diperkirakan selesai Juli 2010. (kompas)
Visitors Also Read


Leave a Reply